Pertumbuhan sektor industri di Indonesia mendorong kebutuhan akan penyediaan kawasan industri yang terencana dan berkelanjutan. Penentuan lokasi kawasan industri harus memperhatikan berbagai parameter fisik, lingkungan, dan aksesibilitas agar tidak menimbulkan konflik pemanfaatan ruang maupun kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam penentuan lokasi kawasan industri di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Data yang digunakan terdiri dari peta jenis tanah, penggunaan lahan, kelerengan, jaringan jalan, daerah aliran sungai, pola ruang, serta batas administrasi. Metode analisis dilakukan melalui klasifikasi, pembobotan, buffering, dan overlay untuk menghasilkan peta kesesuaian lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi kawasan industri terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu sangat sesuai, sesuai, dan tidak sesuai. Kecamatan Ujan Mas, Rambang Dangku, Gunung Megang, Gelumbang, Belimbing, dan Muara Enim teridentifikasi sebagai wilayah dengan kesesuaian sangat tinggi untuk kawasan industri, sedangkan kecamatan seperti Sungai Rotan, Muara Belida, Kelekar, Lubai, dan wilayah Semende Darat tidak memiliki lokasi yang sesuai. Penelitian ini menegaskan bahwa SIG mampu memberikan informasi spasial yang objektif dan akurat, sehingga dapat mendukung pemerintah daerah, pemangku kebijakan, maupun investor dalam merencanakan pembangunan kawasan industri yang efisien, tepat guna, dan berkelanjutan
Copyrights © 2025