Fenomena pergeseran pola konsumsi informasi pada era digital menunjukkan bahwa generasi muda cenderung lebih tertarik pada media online dengan gaya bahasa yang ringan, komunikatif, dan dekat dengan keseharian mereka. Penelitian ini menelaah bagaimana Waspada Online portal berita berbasis Medan memanfaatkan (atau justru membatasi) bahasa populer/gaul dalam pemberitaan untuk menjangkau generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode audit cepat (rapid qualitative audit). Dengan memadukan tinjauan pustaka tentang bahasa populis di media online Indonesia dan audit cepat atas sejumlah tajuk/laman Waspada Online per 19–25 Agustus 2025, studi ini menemukan indikasi bahwa gaya bahasa Waspada Online cenderung formal dan baku pada rubrik hard news, dengan penggunaan bahasa populer yang selektif untuk konten ringan/feature. Temuan ini konsisten dengan karakter Waspada sebagai koran harian tua/arus utama dan media yang terverifikasi Dewan Pers, yang biasanya menerapkan standar kebahasaan ketat. Implikasi praktisnya, yakni strategi bahasa populer dapat diterapkan secara tersegmentasi pada kanal/format yang memang menyasar audiens muda (judul media sosial, vertical video, feature gaya hidup), sambil mempertahankan kebakuan pada hard news.
Copyrights © 2025