Penelitian ini menganalisis strategi premium pricing dan value proposition pada brand milik influencer dalam industri makanan dan minuman (F&B) di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus fenomenologis, penelitian ini mengeksplorasi persepsi, pengalaman, dan makna yang diberikan konsumen terhadap harga premium, storytelling, eksklusivitas, serta identitas sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan sepuluh informan berusia 18–35 tahun yang pernah membeli produk brand milik influencer dan aktif mengikuti konten di Instagram atau TikTok. Analisis tematik menunjukkan bahwa harga premium diterima konsumen karena keterikatan emosional terhadap influencer, eksklusivitas, serta nilai simbolik, bukan semata-mata kualitas produk. Storytelling dan personal branding influencer memperkuat proposisi nilai dengan menghadirkan rasa autentisitas dan keterlibatan. Konsumsi produk juga terkait dengan pembentukan identitas digital, ekspresi gaya hidup, dan keterlibatan komunitas. Meski efektif, strategi premium pricing memiliki tantangan berupa resistensi harga, kesenjangan persepsi kualitas, dan meningkatnya kompetisi. Temuan ini berkontribusi secara teoretis pada literatur pemasaran digital dan influencer branding, serta memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan autentisitas, eksklusivitas, dan kepercayaan konsumen di pasar digital yang dinamis.
Copyrights © 2025