Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran employee well-being program dalam menurunkan burnout dan turnover intention pada karyawan industri startup di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini melibatkan enam karyawan dari tiga startup teknologi di Makassar yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kesejahteraan karyawan, yang meliputi konseling psikologis, fleksibilitas kerja, dan aktivitas rekreasional, mampu mengurangi tingkat stres, memperbaiki keseimbangan kerja–hidup, serta meningkatkan rasa memiliki terhadap organisasi. Temuan ini memperkuat relevansi Job Demands-Resources Model, Conservation of Resources Theory, dan Social Exchange Theory dalam menjelaskan keterkaitan antara well-being, burnout, dan turnover intention. Secara praktis, hasil penelitian menekankan pentingnya integrasi program kesejahteraan sebagai strategi retensi karyawan di startup, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan konsistensi implementasi.
Copyrights © 2025