Perceraian adalah sebuah situasi yang mungkin saja tidak dapat dihindari oleh sebagian pasangan. Tentunya fenomena tersebut dapat mempengaruhi mental dari seorang anak korban perceraian tersebut. Keraguan terhadap pernikahan merupakan salah satu dampak yang ditimbulkan dari perceraian orang tua. Penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran orang tua terhadap dampak keputusan yang mereka ambil terhadap anak, dan orang tua dapat membuat upaya untuk mengurangi dampak tersebut. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk melihat sebuah fenomena yang dialami sekelompok individu. Hasil dari penelitian ini mendapati bahwa individu korban perceraian orang tua memiliki kewaspadaan yang tinggi dan amat selektif dalam memilih calon pasangannya karena mereka takut akan peristiwa yang terjadi pada orang tuanya akan terulang pada mereka. Di antara delapan partisipan perempuan, terdapat seorang partisipan yang kurang memiliki dampak dari perceraian orang tuanya, hal ini didapatkan dari bagaimana salah satu orang tua partisipan mengatasi permasalahan setelah perceraian yang terjadi.
Copyrights © 2025