Remaja, terutama remaja perempuan, termasuk kelompok yang berisiko tinggi mengalami masalah gizi karena kebiasaan makan yang tidak sehat dan pandangan negatif terhadap citra tubuh mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan, body image, status gizi, serta hubungan keduanya terhadap status gizi remaja di SMAN 18 Makassar. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 97 siswa yang dipilih secara simple random sampling dan memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Body Shape Questionnaire (BSQ) untuk body image, Adolescent Food Habits Checklist (AFHC) untuk pola makan, serta pengukuran antropometri untuk status gizi (IMT/U). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan cukup (51,5%) dan body image positif (54,6%). Terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan status gizi (p<0,05), dimana pola makan kurang berhubungan dengan status gizi kurus (67,4%) dan pola makan cukup berhubungan dengan status gizi normal (80%). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara body image dan status gizi (p<0,05), dimana body image negatif berhubungan dengan status gizi kurus (63,6%), sedangkan body image positif berhubungan dengan status gizi normal (77,4%). Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi gizi pada remaja melalui perbaikan pola makan dan peningkatan persepsi positif terhadap citra tubuh guna mencegah masalah gizi sejak remaja.
Copyrights © 2026