Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit infeksi akut dan menular yangdisebabkan oleh virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan sering menimbulkanwabah/kejadian luar biasa (KLB). Insidensi penyakit DBD meningkat secara dramatis diberbagaiNegara di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Tahun 2014, Â jumlah kasus DBD diIndonesia berjumlah 100.347 kasus dengan jumlah kematian 907 orang (Incidence Rate/Angkakesakitan=39.80 per 100.000 penduduk dan CFR=0.90%). Pada tahun 2015, untuk pertama kalinyadilaporkan adanya kasus DBD di Desa Wantulasi dengan total penderita berjumlah 24 orang. Tujuandari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor risiko kejadian penyakit DBD di Desa WantulasiKecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara Tahun 2015. Desain penelitian ini adalahanalitik observasional dengan rancangan case control. Sampel terdiri dari 24 kasus dan 24 kontroldengan rasio 1:1 dipadankan menurut alamat/dusun. Analisis data dilakukan dengan menggunakanuji Mc Nemar. Pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen ditentukanberdasarkan Odds Ratio (OR) pada Confidens Interval (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwasecara signifikan yang merupaka faktor risiko kejadian penyakit DBD di Desa Wantulasi yaitu UpayaPemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) nilai (OR = 3.25 ; p=0.049) dan menggantung pakaian (OR=5 ;p=0.039). Sedangkan variable yang bukan merupakan faktor risiko kejadian DBD di Desa Wantulasiyaitu kebiasaan tidur siang (OR=1.6 ; p=0.581), penggunaan obat anti nyamuk (repellent) (OR=2.75 ;p=0.118) serta penggunaan kelambu (OR= 1.25 ; p=1.000). Diharapkan agar masyarakatmeningkatkan pencegahan dan penanggulangan DBD secara komprehensif dan berkesinambunganagar terhindar dari penyakit DBD dan dapat meminimalisir risiko penyakit DBDKata Kunci : Faktor risiko, Demam Berdarah Dengue, PSN, menggantung pakaian
Copyrights © 2016