Pharmacoscript
Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript

EVALUASI PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS BEDAH DIGESTIF DAN KAITANNYA DENGAN INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) DI RSUP FATMAWATI

Bekti, Wahyuningrum (Unknown)
Hesty Utami, R (Unknown)
Prih, Sarnianto (Unknown)
Magdalena, Niken (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Feb 2025

Abstract

Penggunaan antibiotik profilaksis dalam tindakan bedah dilakukan untuk mengurangi kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO), diperlukan evaluasi berkala untuk dapat membuat pedoman penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik pasien dan kesesuaian pemberian antibiotik profilaksis bedah digestif dan bagaimana pengaruhnya dengan IDO serta analisis DDD dan Gyssens di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta. Metode penelitiannya adalah deskriptif cross sectional dengan data retrospektif dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi, dilakukan dengan menilai karakteristik pasien, kesesuaian pemberian antibiotik profilaksis,  serta Defined Daily Dose (DDD) dan Gyssens periode Januari-Desember 2021. Hasil penelitian dari sampel 112 pasien didapatkan IDO sebanyak 8 pasien. Terdapat hubungan yang bermakna antara jenis operasi (ρ-value 0,018) dengan kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO). Pada analisis kesesuaian antibiotik profilaksis dan kaitannya dengan Infeksi Daerah Operasi (IDO) yang mempunyai hubungan bermakna adalah jenis operasi  bersih terkontaminasi dan terkontaminasi (ρ-value 0,008) dan waktu pemberian antibiotik profilaksis    (ρ-value 0,020). Jenis operasi yang diteliti adalah bersih terkontaminasi dan terkontaminasi. Analisis lanjutan Post Hoc Bonferroni pada jenis operasi dan waktu pemberian antibiotik terdapat perbedaan bermakna baik yang sesuai, tidak sesuai serta tidak ada antibiotik (ρ-value kurang dari 0,05). Hasil dari DDD didapatkan untuk profilaksis 5,77 DDD/100 hari rawat, empiris 50,3 DDD/100 hari rawat, definitif 3,77 DDD/100 hari rawat. Hasil evaluasi Gyssens yang tertinggi yaitu untuk antibiotik profilaksis dengan kategori terbanyak adalah kategori I sebesar 58,9 %, empiris kategori 0 (tepat dan rasional)  sebanyak 40,9%,  antibiotik definitif dengan kategori terbanyak adalah kategori 0 (tepat dan rasional) sebesar 60%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis operasi bersih terkontaminasi dan terkontaminasi dan waktu diberikannya antibiotik profilaksis dapat menurunkan angka Infeksi Daerah Operasi (IDO).

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

PHARMACOSCRIPT

Publisher

Subject

Chemistry Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang ...