Gnetum gnemon L. adalah herbal yang banyak digunakan di Indonesia, dikenal karena kandungan metabolit sekundernya seperti flavonoid, terpenoid, stillbenoid, dan polifenol. Meskipun berbagai penelitian telah menunjukkan potensi senyawa bioaktif dalam melinjo, studi yang mengeksplorasi pengaruh tahap kematangan daun terhadap kandungan flavonoid serta evaluasi mekanisme molekulernya terhadap protein target diabetes masih jarang dilakukan. Penelitian ini mengevaluasi total kandungan flavonoid dalam ekstrak etanol 70% daun melinjo (muda dan tua) menggunakan spektrofotometri UV-Vis, serta afinitas senyawa terhadap target protein diabetes (GLUT1, PPAR-γ, glukokinase) melalui analisis in silico. Hasil menunjukkan bahwa daun tua memiliki konsentrasi flavonoid sebesar 1,42%, lebih tinggi dibandingkan daun muda yang hanya 1,27%, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p<0,05). Analisis in silico mengungkapkan bahwa senyawa gnemonoside D dan gnetin C menunjukkan energi pengikatan tertinggi terhadap target protein diabetes (-10,13 dan -10 kkal/mol), melampaui obat kontrol positif gliburida dan luteolin. Temuan ini menegaskan potensi G. gnemon L. sebagai agen anti-diabetes alami. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas senyawa ini melalui uji in vivo dan uji klinis, serta mengeksplorasi pengembangan formulasi obat berbasis flavonoid. Selain itu, meskipun hasil in silico menunjukkan bahwa senyawa flavonoid memiliki aktivitas penghambatan lebih tinggi daripada obat kontrol, uji farmakokinetik dan farmakodinamik diperlukan untuk memastikan efektivitasnya dibandingkan obat konvensional dalam pengobatan diabetes.
Copyrights © 2025