Pemantauan terapi obat (PTO) oleh apoteker merupakan bagian penting dari pelayanan farmasi klinis untuk memastikan terapi obat yang aman dan efektif, namun penggunaan daftar pemberian obat (DPO) manual sering menghambat efisiensi karena akses terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh implementasi DPO elektronik terhadap efisiensi PTO dan konsultasi masalah terkait obat (MTO) di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasional deskriptif retrospektif, dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis elektronik, yang dikumpulkan selama 6 bulan sebelum (Februari–Juli 2022) dan sesudah (Agustus 2022–Januari 2023) implementasi DPO elektronik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemeriksaan daftar obat pasien sebesar 2,91%, analisis masalah terkait obat sebesar 20,15%, dan penulisan SOAP di Catatan Perkembangan Pasien Terpadu sebesar 9,25%. Penurunan konsultasi dengan tenaga medis sebesar 15,37% kemungkinan disebabkan DPO elektronik mengurangi kebutuhan konsultasi langsung akibat deteksi dini MTO. Kesimpulannya, DPO elektronik meningkatkan efisiensi PTO dan analisis MTO, memungkinkan apoteker mengidentifikasi masalah terkait obat secara efisien sehingga mendukung asuhan farmasi yang lebih baik dan efisiensi sistem kesehatan.
Copyrights © 2025