Pasar memiliki kedudukan penting dalam siklus perekonomian, namun pasar tradisional sering terpinggirkan karena penataan ruang yang buruk dan kondisi lingkungan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem sirkulasi dan tata ruang di Pasar Pedurungan Kota Semarang sebagai upaya evaluasi keberhasilan pasca renovasi. Penelitian ini terbagi dalam dua kategori yaitu menganalisis sistem sirkulasi dan tata ruang kemudian hasilnya digunakan sebagai bagian dalam mengeksplorasi desain layout pasar. Metode pengumpulan data meliputi observasi langsung aktivitas pengguna, pengukuran denah sirkulasi, dan dokumentasi foto eksisting. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, membandingkan kondisi eksisting dengan SNI 8152:2021 dan literatur pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan pola sirkulasi double loaded corridor eksisting mengakibatkan permasalahan kemacetan dan ketidaknyamanan pembeli akibat ketidakteraturan layout. Temuan lain adalah, kurangnya zonasi jelas antara area basah dan kering juga menyebabkan penyebaran bau dan kondisi kumuh. Temuan dari penelitian ini menunjukkan desain pasar tidak dapat lepas dari kemungkinan adanya perubahan praktik spasial yang berbeda sehingga kemungkinan perubahan tersebut harus bisa di skenariokan sebelum mendesain.
Copyrights © 2025