Penelitian ini berupaya untuk mengkaji berbagai komponen-komponen yang memengaruhi efektivitas dalam mengidentifikasi kecurangan, meliputi Tekanan Waktu, Independensi, Skeptisisme Profesional, Pengalaman.Kerja, Etika Profesi, Kompetensi, serta Beban Kerja. Sampel yang digunakan terdiri dari 90 pemeriksa yang berpraktik di Kantor Akuntan Publik Kota Semarang. Informasi dikumpulkan melalui bantuan kuesioner dan kemudian diproses menggunakan analisis regresi multipel dengan aplikasi SPSS 25 untuk menguji asumsi penelitian. Hasil analisis mengindikasikan bahwa tekanan waktu, sikap skeptis profesional, etika profesi, serta beban kerja tidak memberikan kontribusi yang berarti pada efektivitas auditor dalam mengenali adanya kecurangan. Sebaliknya, independensi, pengalaman kerja, dan kompetensi terbukti memberikan asosiasi positif yang bermakna dalam meningkatkan kemampuan auditor dalam mengidentifikasi adanya kecurangan.
Copyrights © 2025