Crossdocking merupakan strategi distribusi yang semakin penting dalam industri logistik modern, namun implementasinya seringkali menghadapi tantangan berupa kerusakan barang selama proses transfer. PT XYZ sebagai perusahaan distribusi suku cadang otomotif mengalami permasalahan serupa dalam operasional crossdocking-nya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama kerusakan barang dalam proses crossdocking di PT XYZ menggunakan metode Fishbone Diagram. Penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis data selama tiga bulan di gudang crossdocking. Penyebab kerusakan dikelompokkan ke dalam lima faktor: manusia, material, metode, lingkungan, dan peralatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab dominan berasal dari kurangnya kompetensi pekerja, kemasan yang tidak tahan air, tidak adanya SOP baku, kondisi jalan yang rusak, serta kontainer dan APD yang tidak layak. Sebagai solusi, penelitian ini mengusulkan beberapa perbaikan seperti pelatihan tenaga kerja, pengadaan APD lengkap, perbaikan SOP kerja, serta pengecekan kondisi barang dan kontainer secara berkala. Implementasi strategi ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kerusakan barang dan meningkatkan efisiensi proses distribusi. Hasil implementasi menunjukkan penurunan tingkat kerusakan sebesar 31% dan penghematan biaya return mencapai Rp 2.250.000, membuktikan efektivitas pendekatan sistematis dalam mengatasi permasalahan operasional crossdocking.
Copyrights © 2025