Dengan banyaknya penelitian dan artikel tentang koperasi merah putih yang sebagian besar fokus terhadap sisi baik dan positif atas program tersebut. Tulisan ini akan mengkritisi tentang tidak dilibatkannya masyarakat dan pemerintah desa dalam proses formulasi kebijakan Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai bentuk kekerasan struktural. Detailnya, tulisan ini akan melakukan analisa tipologi kekerasan struktural yang memiliki enam karakteristik 1) Berupaya mendapatkan legitimasi dengan mempengaruhi sisi psikologis, 2) sanksi dengan menggunakan metode stick and carrot, 3) Desa sebagai objek yang tersakiti, 4) pemusatan kekuasaan, perampasan kedaulatan desa, 5) kekerasan struktur yang lahir secara sengaja atau tidak disengaja?, 6) kekerasan laten yang melumpuhkan kemandirian desa.
Copyrights © 2025