UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) merupakan pilar penting perekonomian desa yang memiliki potensi besar untuk berkembang melalui strategi pemasaran modern. Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, memiliki beragam produk UMKM seperti kripik singkong, tape, bakpia, kerajinan tangan, dan konveksi. Namun, sebagian besar pelaku usaha belum memiliki identitas merek yang kuat dan belum memanfaatkan media sosial secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas branding dan pemasaran digital melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang terdiri atas tahap discover, dream, design, dan deliver. Metode ini dipilih karena menekankan pada pemanfaatan aset dan potensi lokal, sehingga mendorong kemandirian serta rasa kepemilikan masyarakat dalam mengembangkan usaha. Tahapan kegiatan meliputi observasi, wawancara mendalam, anjangsana, FGD, penyusunan modul pelatihan, workshop interaktif, dan pendampingan pasca-kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu 85% peserta berhasil membuat logo dan kemasan sederhana, 80% mulai aktif memasarkan produk melalui media sosial, serta terbentuk jejaring promosi digital berbasis komunitas. Dengan demikian, pendekatan ABCD terbukti efektif dalam mendorong transformasi digital UMKM desa, serta berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2025