Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerimaan masyarakat terhadap penggunaan aplikasi Microsoft Word pasca pelatihan literasi digital berbasis komunitas yang dilaksanakan di RW 05 Kelurahan Gisikdrono, Kota Semarang. Permasalahan yang diangkat berkaitan dengan rendahnya tingkat adopsi teknologi informasi di kalangan masyarakat akar rumput, yang umumnya disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap program pelatihan, serta kurangnya pemahaman mengenai manfaat dan kemudahan penggunaan perangkat lunak digital. Studi ini mengadopsi pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) sebagai kerangka teoretis, dengan fokus pada tiga konstruk utama, yakni Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), dan Behavioral Intention to Use (BI). Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif deskriptif, dengan teknik total sampling terhadap 40 responden yang merupakan kader aktif PKK peserta pelatihan. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas guna menjamin kualitas data yang dikumpulkan. Analisis data dilakukan melalui pemodelan persamaan struktural (Structural Equation Modeling). Hasil pengujian menunjukkan bahwa baik PU maupun PEOU memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap BI, sehingga mengindikasikan bahwa persepsi terhadap kemanfaatan dan kemudahan penggunaan berkontribusi secara substansial dalam meningkatkan intensi perilaku penggunaan aplikasi Microsoft Word secara berkelanjutan. Dengan demikian, temuan ini menegaskan pentingnya desain pelatihan yang kontekstual, partisipatif, dan adaptif terhadap karakteristik pengguna sebagai strategi dalam mendorong adopsi teknologi di lingkungan komunitas.
Copyrights © 2025