Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan faktor nutrisi awal seperti pemberian ASI eksklusif dan MPASI diduga sebagai prediktor utama. Penelitian kuantitatif dengan desain korelasi ini bertujuan menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dan MPASI dini dengan kejadian stunting di Desa Pondok Jeruk. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh balita sebanyak 32 orang. Jumlah sampel sebanyak 32 balita yang ditentukan dengan Teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan pengukuran status gizi (stunting berdasarkan z-score <-2 SD). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita memperoleh MP-ASI sebanyak 21 balita (65,6%) dan berdasarkan status stunting menunjukkan frekuensi yang sama yaitu masing masing sebanyak 16 balita (50%) stunting dan normal sebanyak 16 balita (50%). Analisis statistik mengungkap hubungan signifikan antara pola pemberian nutrisi dan stunting (p=0,000), Temuan ini konsisten dengan teori bahwa ASI eksklusif bersifat protektif, sementara MPASI yang tidak tepat berisiko menyebabkan stunting. Penelitian ini memperkuat bukti bahwa intervensi gizi pada periode 1000 HPK, khususnya promosi ASI eksklusif dan MPASI berkualitas, penting untuk pencegahan stunting.
Copyrights © 2025