Pendahuluan: Tingginya angka turnover intention di kalangan tenaga kesehatan rumah sakit menjadi isu krusial karena berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan kepada pasien. Hal ini dapat mengganggu stabilitas struktur organisasi serta menimbulkan berbagai kerugian institusional. Beberapa faktor yang memengaruhi turnover intention meliputi beban kerja, stres kerja, kepuasan kerja, lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, motivasi, dan pengembangan karier. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis factor yang mempengaruhi turnover intention tenaga kerja rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Sumber data berasal dari jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan tema turnover intention pada tenaga kesehatan rumah sakit. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa beban kerja yang terlalu tinggi menjadi faktor dominan dalam meningkatkan turnover intention. Beban kerja berdampak pada meningkatnya stres kerja, menurunnya kepuasan dan motivasi kerja, serta akhirnya berpengaruh negatif terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Selain itu, teori hierarki kebutuhan Maslow dapat digunakan sebagai pendekatan konseptual untuk memahami dan mencegah turnover intention. Temuan lain juga menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang kurang mendukung dan gaya kepemimpinan yang otoriter turut memperkuat niat tenaga kesehatan untuk meninggalkan pekerjaannya. Simpulan: Pemenuhan kebutuhan individu dalam proses kerja, sebagaimana dijelaskan dalam teori Maslow, berpotensi menurunkan turnover intention tenaga kesehatan. Oleh karena itu, pihak manajemen rumah sakit perlu mengadopsi pendekatan yang memperhatikan kesejahteraan dan kebutuhan psikologis tenaga kerja guna meningkatkan retensi dan mutu layanan.
Copyrights © 2025