Sektor hiburan dewasa dianggap sangat rentan terhadap penularan Virus Imunodefisiensi Manusia (HIV) akibat kontak seksual berulang dengan banyak pasangan. Studi ini menyelidiki tanggung jawab para pelaku industri JAV dalam menjaga kesehatan seksual, khususnya melalui praktik tes HIV rutin dan penerapan Pre-exposure Prophylaxis (PrEP). Desain penelitian kualitatif diterapkan dengan pendekatan tinjauan literatur sistematis. Studi relevan yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2025 diidentifikasi melalui pencarian di Portal Garuda, Google Scholar, Science Direct, PubMed, dan JSTOR. Data dianalisis menggunakan analisis konten induktif, memungkinkan identifikasi tema-tema utama melalui proses pengkodean dan kategorisasi. Temuan menunjukkan bahwa pengetahuan tentang HIV/AIDS di kalangan populasi berisiko tinggi masih berada pada tingkat sedang (51%), sementara proporsi yang signifikan masih menunjukkan kesadaran yang rendah (41%) . Pelaksanaan tes HIV rutin menghadapi beberapa hambatan, termasuk stigma sosial, ketidakmauan untuk mengungkapkan identitas, dan keterbatasan akses layanan kesehatan. Demikian pula, adopsi PrEP terhambat oleh sensitivitas budaya dan kekhawatiran terkait privasi dan kerahasiaan. Meskipun demikian, strategi seperti pendidikan berbasis teman sebaya, penguatan literasi kesehatan, dan program pengurangan stigma telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi dan mendorong perubahan perilaku positif. Studi ini menyimpulkan bahwa kebijakan yang komprehensif dan didasarkan pada bukti, yang mengintegrasikan perspektif medis, sosial, dan etis, sangat penting untuk memastikan pencegahan HIV yang efektif di industri hiburan dewasa sambil sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dan menghormati hak individu.
Copyrights © 2025