Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih terjadi di berbagai negara berkembang, seperti Indonesia. Stunting merupakan masalah multifaktor yang dapat berdampak negatif pada produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. ASI eksklusif adalah praktik pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir hingga usia enam bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain, termasuk air putih, kecuali obat-obatan dan tetes vitamin atau mineral. Pemberian ASI eksklusif dianggap sebagai salah satu fondasi utama untuk mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Indonesia pada tahun 2021 hingga 2025. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis untuk mengukur hasil studi mengenai dampak antara faktor pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Indonesia pada tahun 2021 hingga 2025. Pencarian artikel dilakukan pada database Google Scholar dengan kata kunci “hubungan”, “ASI eksklusif”, dan “stunting”. Data diolah menggunakan software JASP untuk mengevaluasi bias dan sensitivitas. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, didapatkan rasio prevalensi sebesar e-0.44 = 0,643 (value 95% CI -0.66 – -0,22). Dapat diartikan bahwa faktor risiko balita yang mendapatkan ASI eksklusif untuk menderita stunting hanya sebesar 0,643 dibandingkan balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif termasuk sebagai faktor protektif terhadap stunting.
Copyrights © 2025