Indonesia menghadapi tantangan serius terkait penyebaran HIV. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan signifikan jumlah kasus HIV dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2021, tercatat 36.902 kasus, dan jumlahnya meningkat menjadi 57.299 kasus pada 2023 (Kemenkes RI, 2023). Salah satu kelompok dengan risiko tinggi penularan HIV adalah Lelaki seks lelaki (LSL), yang didefinisikan sebagai pria yang mengidentifikasi diri sebagai homoseksual, dengan karakteristik perilaku seksual yang berisiko tinggi (Chandra et al., 2018). Berdasarkan data dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Utara, jumlah LSL di Kota Manado mencapai 7.362 orang. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok LSL tergolong sebagai populasi kunci dengan risiko tinggi penularan HIV/AIDS (PKBI, 2024). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan pasangan dan ketersediaan kondom dengan pemakaian kondom pada LSL di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), melibatkan 97 responden yang diwawancarai dan mengisi kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Chi-square untuk menilai hubungan antara variabel. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan pasangan dan ketersediaan kondom dengan pemakaian kondom. Analisis bivariat menunjukkan nilai P untuk dukungan pasangan adalah 0,003 dan untuk ketersediaan kondom adalah 0,002. Penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan pasangan dan ketersediaan kondom dengan pemakaian kondom pada LSL di Kota Manado. Dukungan dari pasangan dan ketersediaan kondom dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan kebiasaan pemakaian kondom, yang penting untuk pencegahan penularan HIV.
Copyrights © 2025