Menopause merupakan proses fisiologis alami yang ditandai dengan berhentinya menstruasi secara permanen dan sering disertai berbagai keluhan fisik dan psikologis. Salah satu gejala utama yang dialami wanita menopause adalah hot flashes, yang dapat mengganggu kenyamanan dan menurunkan kualitas hidup. Pendekatan non-farmakologis seperti akupresur terbukti efektif dalam membantu mengelola gejala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi akupresur terhadap frekuensi hot flashes pada wanita menopause di Posyandu Bina Sejahtera Palembang. Metode penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel berjumlah 32 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi. Intervensi berupa terapi akupresur diberikan selama empat minggu, satu kali setiap minggu, pada titik-titik SP6, HT7, PC6, dan GV20. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar pencatatan frekuensi harian sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas menunjukkan data tidak terdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada frekuensi hot flashes setelah diberikan terapi akupresur (p = 0,000). Temuan ini mendukung penggunaan akupresur sebagai intervensi non-obat yang efektif dan aplikatif dalam pelayanan kesehatan primer. Terapi ini dapat menjadi salah satu strategi perawat komunitas dalam meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup wanita menopause. Disarankan bagi tenaga Kesehatan untuk dapat berlatih acupressure sehingga dapat dimanfaatkan mengatasi hot flashes ibu menopause.
Copyrights © 2025