Demam dengue merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki karakteristik lingkungan dan sosial ekonomi yang khas. Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor determinan yang berkontribusi terhadap kejadian demam dengue di daerah pesisir Indonesia. Metode yang digunakan adalah telaah terhadap berbagai artikel ilmiah, laporan penelitian, dan data epidemiologi yang relevan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Tinjauan literatur ini mendapatkan bahwa faktor lingkungan (jentik, TPA) dan perilaku (kebiasaan menggantung pakaian, tidur pagi) merupakan determinan utama kejadian DBD di wilayah pesisir Indonesia. Faktor risiko seperti kepadatan hunian, dukungan petugas kesehatan, dan penggunaan kelambu, tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian DBD. Faktor-faktor risiko yang teridentifikasi pada penelitian ini menunjukkan kesamaan yang dengan pola risiko DBD yang ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Intervensi terpadu yang melibatkan masyarakat dan pemerintah, berbasis bukti dari penelitian ini dan referensi pendukung, dapat efektif menekan angka DBD di Indonesia. Kesimpulan dari artikel ini menekankan perlunya pendekatan multisektoral dan strategi pencegahan berbasis komunitas yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah pesisir dalam mengendalikan penyebaran dengue secara efektif.
Copyrights © 2025