Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kebisingan antara sistem suara akustik dengan efek surround dan tanpa efek surround. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengukuran kebisingan menggunakan Sound Level Meter pada jarak 1 hingga 10 meter dalam rentang frekuensi 20Hz hingga 20kHz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dengan efek surround menghasilkan kebisingan lebih tinggi (-10.5 dB) pada frekuensi 3kHz hingga 10kHz akibat pemrosesan sinyal yang kompleks, sementara sistem tanpa efek surround lebih stabil dengan kebisingan lebih rendah (-22.9 dB). Sistem surround memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif tetapi rentan terhadap distorsi, sedangkan sistem tanpa surround lebih jernih namun kurang mampu menangani frekuensi bass rendah. Teknik seperti equalization (EQ) dan Mid/Side Processing diperlukan untuk mengontrol kebisingan pada sistem surround. Kesimpulannya, pemilihan sistem suara harus disesuaikan dengan kebutuhan, di mana sistem surround cocok untuk hiburan dan sistem tanpa surround lebih ideal untuk aplikasi yang memprioritaskan kejernihan suara asli
Copyrights © 2025