Tanaman nanas (Ananas comosus) merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pertumbuhan dan produktivitas nanas sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air di dalam tanah. Penyiraman manual pada lahan yang luas umumnya kurang efisien karena membutuhkan banyak tenaga, waktu, serta sering kali tidak mampu menjaga kelembaban tanah pada kondisi yang ideal. Kelebihan penyiraman dapat menimbulkan pembusukan akar, sedangkan kekurangan air akan menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan kualitas buah menurun. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dikembangkan sistem penyiraman otomatis berbasis electric valve yang dikendalikan oleh mikrokontroler dan sensor kelembaban tanah.Sistem ini bekerja dengan membaca kadar air tanah secara real-time melalui sensor kelembaban. Data sensor kemudian diproses oleh mikrokontroler untuk dibandingkan dengan nilai ambang batas. Jika tanah terdeteksi kering, maka electric valve akan terbuka sehingga air mengalir ke tanaman, dan ketika kelembaban sudah mencapai nilai optimal, electric valve menutup kembali secara otomatis. Dengan demikian, kebutuhan air dapat diatur lebih presisi sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga kelembaban tanah dalam rentang optimal 40–60%, menghemat penggunaan air hingga 25% dibandingkan metode manual, serta mengurangi beban kerja petani. Teknologi ini juga berpotensi dikembangkan dengan integrasi Internet of Things (IoT) sehingga pemantauan dan pengendalian penyiraman dapat dilakukan melalui perangkat mobile. Dengan penerapan sistem ini, diharapkan produktivitas dan kualitas buah nanas meningkat secara berkelanjutan serta efisiensi penggunaan sumber daya air dapat tercapai.
Copyrights © 2025