Sebagian besar masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran aliran Sungai Beliti di Kecamatan Kotapadang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan aktivitas rumah tangga sehari-hari, meskipun sungai tersebut juga digunakan untuk kegiatan lain yang kurang terkontrol, yang memungkinkan terjadinya kontaminasi terhadap badan air sungai, seperti membuang limbah-limbah organik yang sudah membusuk, membuang air besar, dan contoh lainnya. Adanya rasa kekhawatiran terhadap resiko kesehatan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Beliti maka perlu dilakukan penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk menguji kualitas air Sungai Beliti berdasarkan kandungan Coliform, Escherichia coli, dan logam berat. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif eksploratif, analisis menggunakan cara jumlah perhitungan terdekat (Most Probable Number) dan identifikasi bakteri Coliform dan E. coli. Pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi terdiri atas hulu, tengah hingga hilir sungai. Juga dilakukan uji logam berat seperti Pb, Cu, Fe, dan kandungan amonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kandungan Pb, Cu, amonia, Coliform dan E. coli di seluruh lokasi pengambilan sampel tidak melebihi ambang batas baku mutu air sungai, sedangkan kadar kandungan logam besi (Fe) sedikit melebihi ambang batas baku mutu air (30%). Disimpulkan bahwa air pada aliran Sungai Beliti layak dimanfaatkan untuk aktivitas rumah tangga, tetapi untuk konsumsi sumber air minum utama harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu.
Copyrights © 2025