Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kecerdasan emosional dan adaptabilitas dalam mengatasi burnout pada karyawan Generasi Z dalam konteks Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Generasi Z, yang baru memasuki dunia kerja, dihadapkan pada berbagai tekanan pekerjaan yang tinggi akibat perkembangan teknologi dan globalisasi, yang meningkatkan potensi terjadinya burnout. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologis untuk memahami pengalaman subjektif karyawan berusia 18 hingga 28 tahun yang bekerja di berbagai sektor industri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam untuk menggali hubungan antara kecerdasan emosional, adaptabilitas, dan gejala burnout yang dialami karyawan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa karyawan dengan kecerdasan emosional yang tinggi dan kemampuan adaptasi yang baik lebih mampu mengelola stress dan menghadapi tantangan pekerjaan dengan efektif, sehingga mereka cenderung mengalami burnout yang lebih rendah. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dan adaptabilitas berfungsi sebagai faktor protektif yang memperkuat ketahanan karyawan dalam mengahdapi tekanan kerja. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi organisasi untuk merancang program pelatihan yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional dan adaptabilitas karyawan, khususnya bagi Generasi Z, dalam rangka mengurangi burnout dan meningkatkan kinerja serta kesejahteraan karyawan di lingkungan kerja.
Copyrights © 2025