Penelitian ini mengkaji pengaruh ketergantungan pada pihak ketiga, volatilitas harga bahan baku, dan biaya logistik terhadap stabilitas keuangan di industri pengolahan minyak sawit skala menengah di Indonesia. Dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif, data survei dikumpulkan dari 80 manajer dan petugas keuangan di perusahaan terpilih. Tanggapan diukur menggunakan skala Likert lima poin (1–5) dan dianalisis dengan SPSS versi 25 melalui uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut secara signifikan dan negatif mempengaruhi stabilitas keuangan. Ketergantungan pada pihak ketiga mengurangi otonomi organisasi dan meningkatkan kerentanan keuangan, sementara fluktuasi harga bahan baku memberikan pengaruh negatif terkuat, mencerminkan ketidakstabilan pasar komoditas pertanian. Biaya logistik juga secara signifikan mengurangi stabilitas keuangan, terutama dalam konteks Indonesia di mana inefisiensi transportasi dan infrastruktur umum terjadi. Model ini menjelaskan 50,7% varians dalam stabilitas keuangan. Temuan ini mengonfirmasi relevansi Teori Ketergantungan Sumber Daya, Teori Volatilitas Harga Komoditas, dan perspektif Manajemen Rantai Pasok dalam menjelaskan ketahanan keuangan di sektor agribisnis. Studi ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dengan menyediakan bukti empiris tentang tantangan yang dihadapi oleh pengolah minyak sawit skala menengah, sekaligus memberikan wawasan bagi manajer dan pembuat kebijakan untuk memperkuat ketahanan keuangan melalui diversifikasi rantai pasok, manajemen risiko, dan efisiensi logistik.
Copyrights © 2025