Studi ini bertujuan untuk mengetahui tantangan manajemen risiko bencana di Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB). Hasil studi menyatakan bahwa Manajemen Risiko Bencana adalah rangkaian tindakan yang meliputi perencanaan dan penanganan bencana sebelum, selama, dan setelah terjadinya bencana. Dalam implementasi manajemen risiko bencana, Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB) menghadapi beragam tantangan. Pertama, RSAB harus mengatasi tantangan dalam penanganan bencana terhadap penyandang disabilitas. Hal ini mencakup aspek seperti aksesibilitas fisik, penyediaan peralatan medis khusus, pelatihan staf, dan komunikasi efektif. RSAB juga perlu dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti handrails, guiding block, dan sistem peringatan dini untuk memastikan keselamatan dan pelayanan yang optimal bagi penyandang disabilitas. Kedua, RSAB juga dihadapkan pada tantangan dalam pembangunan infrastruktur yang tahan bencana, termasuk masalah pembiayaan, aspek teknis, dan ketersediaan sumber daya. Ketiga, RSAB dihadapkan oleh tantangan implementasi Hospital Disaster Plan (HDP) dan standarisasi RSAB, hal ini dikarenakan kurangnya sumber daya manusia yang terlatih, keterbatasan akses terhadap teknologi informasi, dan perubahan kondisi lingkungan yang tidak terduga. Keempat, tantangan dalam pembentukan klaster kesehatan dan penyusunan pedoman RSAB dimana sangat memerlukan koordinasi efektif antar berbagai pihak serta penanganan perbedaan kebutuhan dan kapasitas setiap rumah sakit. Kelima, tantangan yang dihadapi adalah RSAB harus memiliki ketersediaan sarana dan prasarana, seperti bangunan tahan bencana, sistem pemadam kebakaran, jalur evakuasi yang jelas, peralatan medis darurat, sistem peringatan dini, dan pasokan air dan listrik cadangan.
Copyrights © 2025