Penelitian ini menganalisis cerpen Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali karya Puthut Ea, yang menggambarkan tema ketidakadilan pada tokoh utama terkait stigma ayahnya sebagai seorang yang dianggap komunis pada masa Orde Baru di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan fokus pada data deskriptif dan pendekatan sosiologis, khususnya teori Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann, untuk mengeksplorasi fakta kemanusiaan, pandangan dunia pengarang, struktur karya sastra, serta subjek kolektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen ini mencerminkan realitas sosial pada masa itu, terutama terkait peristiwa yang melibatkan simpatisan komunis di bawah rezim Orde Baru. Penerapan strukturalisme genetik dalam analisis ini mengungkap aspek sosiologis penting, seperti fakta kemanusiaan dan pandangan dunia pengarang, yang membentuk realitas sosial dalam cerpen tersebut. Kritik terhadap kekuasaan sebagai relasi imanen tergambar melalui penggambaran ruang-ruang kekuasaan dalam cerita ini.
Copyrights © 2024