Cerebral palsy merupakan kondisi kelumpuhan otak yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan gejala utama berupa spastisitas, gangguan motorik kasar, keterlambatan tumbuh kembang, serta masalah komunikasi dan adaptasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan fisioterapi pada pasien cerebral palsy spastik diplegi dengan pendekatan Neuro Senso Reflex Development (NSRD) dan terapi latihan di Klinik Griya Fisio Bunda Novy Yogyakarta, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan fungsional pasien. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Subjek adalah anak dengan CP spastik diplegi yang menjalani 8 sesi intervensi NSRD dan terapi latihan. Data diperoleh melalui observasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan spastisitas otot dari nilai 3 menjadi 2, namun tidak terjadi perubahan signifikan pada kemampuan fungsional, di mana pasien tetap berada pada klasifikasi GMFCS level IV. Kesimpulan, intervensi NSRD dan terapi latihan dapat menurunkan spastisitas, namun belum berdampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan fungsional pasien. Temuan ini menekankan pentingnya program fisioterapi dengan durasi lebih panjang, intensitas lebih tinggi, dan dukungan keluarga agar tercapai perbaikan fungsional yang lebih optimal.
Copyrights © 2025