Keramba Jaring Apung (KJA) di danau berpotensi mencemari air dan mengganggu budidaya ikan, sehingga diperlukan sistem pemantauan dini. Sistem ini menggunakan sensor untuk mengukur suhu, pH, dan oksigen terlarut (DO) secara real-time, serta modul LoRa RFM95W untuk mengirimkan data secara nirkabel. Pengujian dilakukan pada jarak 50 hingga 440 meter. Hasil menunjukkan sistem bekerja optimal hingga 300 meter dengan nilai RSSI -85 dBm hingga -120 dBm dan SNR di atas 2 dB (LOS). Pada jarak 330 dan 440 meter, kualitas komunikasi menurun (NLOS), delay meningkat hingga 11,3 sampai 15,2 detik, dan terjadi kehilangan paket hingga 70%. Meskipun begitu, prototipe berhasil mengirimkan data ke pusat pemantauan berbasis web, memungkinkan deteksi dini perubahan kualitas air dan potensi toksisitas. Sistem ini efektif untuk mendukung pemantauan kualitas air secara real-time di lingkungan perairan budidaya. Kata kunci— Keramba Jaring Apung (KJA), LoRa RFM95W, RSSI, Delay, SNR
Copyrights © 2025