Rapor Pendidikan menjadi acuan untuk menilai keberhasilan proses pembelajaran yang dilaksanakan sekolah. Hasil Rapor Pendidikan sekolah - sekolah di Indonesia umumnya menunjukkan bahwa capaian literasi di tingkat sekolah dasar masih tergolong rendah, khususnya dalam aspek kemampuan berbicara. Banyak siswa menunjukkan ketakutan dan kurangnya kepercayaan diri saat diminta mengungkapkan pendapat secara lisan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi siswa dan lemahnya pengembangan keterampilan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pendekatan restitusi dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang tidak hanya membentuk karakter siswa, tetapi juga meningkatkan kemampuan berbicara dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Restitusi, yang menekankan pada tanggung jawab pribadi dan pemulihan hubungan, menciptakan lingkungan belajar yang aman secara emosional sehingga siswa merasa dihargai dan lebih percaya diri dalam berkomunikasi. Melalui pendekatan ini, nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, keberanian, dan empati tumbuh seiring dengan meningkatnya keterampilan berbicara siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan restitusi mampu memberikan dampak positif terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam meningkatkan keberanian siswa untuk berbicara secara aktif, santun, dan efektif di kelas. Dengan demikian, pendekatan ini dapat menjadi solusi strategis dalam menjawab tantangan rendahnya capaian literasi yang tercermin dalam Rapor Pendidikan.
Copyrights © 2025