Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen penelitian berupa skala religiositas dan skala prasangka. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah incidental sampling. Uji statistik dilakukan melalui analisis korelasi Pearson, korelasi, dan regresi dengan bantuan program SPSS 26.0 for Windows. Dari hasil penelitian terhadap 231 responden berusia 17–40 tahun yang beragama Islam, diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,035 < 0,05 dengan nilai korelasi Pearson sebesar -0,139. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan namun tergolong lemah. Pada uji korelasi ganda, hanya dua dimensi yang memiliki hubungan signifikan dengan variabel prasangka, yaitu dimensi believing (0,000 < 0,05) dengan nilai korelasi Pearson -0,281 dan dimensi behaving (0,003 < 0,05) dengan nilai korelasi Pearson -0,193. Sementara itu, hasil analisis regresi ganda menunjukkan bahwa hanya dimensi belief yang berpengaruh terhadap variabel prasangka (0,000 < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat religiositas, maka semakin rendah tingkat prasangka. Keempat dimensi religiositas secara simultan memengaruhi variabel prasangka sebesar 10,6%, sedangkan sisanya sebesar 89,4% dipengaruhi oleh variabel lain.
Copyrights © 2024