Penelitian ini menunjukan bahwa anak-anak yang dibesarkan tanpa ayah lebih mungkin mengalami kesulitan menginternalisasi prinsip agama dan moral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak ketidakberadaan ayah terhadap perkembangan agama dan moral anak-anak usia dini serta cara terbaik untuk membantu anak-anak yang tumbuh tanpa figur ayah untuk memperoleh pendidikan agama dan moral yang kuat. Peneliti menggunakan metode studi kasus ketika hendak memahami fenomena secara mendalam, bahkan mengeksplorasi dan mengolaborasinya. Para ibu anak usia dini melaporkan pengalaman mereka dalam mengasuh anak dan menggantikan peran ayah dalam keluarganya. Ayah di sini tidak melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai peran ayah. Tidak adanya sosok ayah dalam proses pengasuhan dan membesarkan anak usia dini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan serta pembentukan nilai agama dan moral anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan tanpa figur ayah cenderung mengalami kekosongan dalam teladan keagamaan dan moral serta kesulitan dalam memahami nilai-nilai tersebut secara mendalam. Implikasi praktis dari temuan ini menegaskan bahwa sangat penting intervensi yang mendukung seorang ibu dalam menjalankan peran ganda serta perlunya membangun hubungan yang teratur antara ayah dan anak meskipun dalam kondisi perceraian.
Copyrights © 2024