Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi manusia sebagai campuran bumbu masakan. Hama Spodoptera exigua dan Liriomyza chinensis adalah jenis hama yang sering merusak dan menyerang tanaman bawang merah, terutama pada bagian daun bawang. Maka diperlukan adanya teknik pengendalian hama selain menggunakan pestisida, yaitu dengan cara pemanfaatan tanaman refugia sebagai pengendali alami hama pada tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan serangan Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) pada pertanaman bawang merah, dan mengurangi penggunaan pestisida pada petani, juga sebagai teknologi tepat guna pada petani dengan mengelola agroekosistem pertanian menuju pertanian yang berkelanjutan (Sustainable agriculture). Serta untuk mengetahui keefektifitasan tanaman refugia dengan metode border plant sebagai pengendalian hama Spodoptera Exigua dan Liriomyza Chinensis serta hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dimana terdapat 5 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Jumlah petak percobaan sebanyak 25, dalam satu petak percobaan terdapat 4 tanaman. Parameter yang diamati adalah jumlah hama, intensitas serangan hama, persentase serangan hama, umur panen, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat kering umbi per rumpun, susut bobot umbi. Data pengamatan dianalisis secara statistik dan dilakukan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari berbagai macam perlakuan yang digunakan R1 dan R2 merupakan perlakuan yang lebih dominan di sukai oleh hama dengan persentase serangan 75% pada kedua hama utama tanaman bawang merah.
Copyrights © 2025