Penelitian ini dilakukan untuk menguji dan mengukur pengaruh belanja modal, pendapatan asli daerah (PAD), dan dana perimbangan terhadap peningkatan pendapatan per kapita di wilayah Provinsi Kalimantan Barat selama periode tahun 2019 sampai dengan tahun 2023. Peneliti menerapkan metode analisis kuantitatif dengan memanfaatkan data yang ada dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat pada kurun waktu terkait. Objek dalam penelitian ini mencakup seluruh pemerintah daerah di 14 kabupaten/kota yang ada di provinsi tersebut. Temuan dari analisis menunjukkan bahwa secara parsial, belanja modal tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pendapatan per kapita. Sebaliknya, pendapatan asli daerah dan dana perimbangan terbukti memberikan pengaruh yang positif dan signifikan dalam mendorong pertumbuhan pendapatan perkapita pada tingkat kabupaten/kota di Kalimantan Barat, yang mengindikasikan pentingnya optimalisasi penerimaan daerah dan pengelolaan transfer dana dari pusat dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2025