Dalam arsitektur, perwujudan dari budaya tampak melalui simbol-simbol. Simbolisme yang ada pada ada pada rumah adat cara masyarakat Nusantara mewariskan budaya, tradisi dan pandangan hidup mereka kepada generasi berikutnya secara nonverbal. Suku Lamaholot merupakan salah satu suku di Indonesia yang mempunyai keberagaman budaya yang tercermin dalam simbolisme arsitektur rumah adatnya, seperti yang terlihat pada Desa Horinara. Sayangnya, penelitian mengenai arsitektur rumah adat ini tidak ditemukan, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui simbolisme arsitektur pada rumah adat di Desa Horinara. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika. Teori semiotika yang digunakan adalah sintaksis (untuk melihat struktur dan hubungan antar elemen fisik bangunan) dan pragmatik (untuk melihat bangunan digunakan, direspon dan dimakanai oleh penggunanya). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sintaksis massa, ruang, fungsi dan konstruksi pada rumah adat memiliki keterikatan dengan pragmatiknya dan menghasilkan simbolisme arsitektur. Penelitian ini mendukung pelestarian arsitektur tradisional dengan berfokus pada simbolisme pada setiap elemem bangunan, sehingga dapat menjadi reverensi dalam upaya konservasi budaya dan arsitektur lokal di Flores Timur dan kawasan serupa.
Copyrights © 2025