Kota Surabaya sebagai kota bisnis terbesar kedua di Indonesia dan ibu kota Provinsi Jawa Timur, memiliki berbagai keunggulan lokasi strategis yang mendukung aktivitas MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Keberadaan beberapa kawasan Central Business District (CBD) di Surabaya memperkuat dinamika bisnis di kota ini. Namun, fasilitas MICE yang ada saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan yang terus berkembang, terutama dari segi kapasitas, teknologi, dan aspek keberlanjutan lingkungan. Surabaya juga menghadapi tantangan iklim tropis berupa suhu tinggi, kelembaban, curah hujan deras, dan radiasi matahari yang intens. Oleh karena itu, penerapan prinsip green architecture dalam desain venue MICE baru sangat penting untuk menciptakan bangunan yang adaptif terhadap kondisi iklim tropis sekaligus mendukung efisiensi energi dan kenyamanan pengguna. Pendekatan green architecture diharapkan dapat menjawab kebutuhan kota akan fasilitas MICE modern yang berkapasitas besar, teknologi mutakhir, dan ramah lingkungan, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi dan posisi Surabaya sebagai pusat bisnis dan pariwisata regional. Kata kunci: MICE, Convention Center, Arsitektur Hijau
Copyrights © 2025