Bermain merupakan aktivitas penting dalam kehidupan anak yang mendukung proses tumbuh kembang melalui pengalaman yang menyenangkan, bebas, dan kreatif. Anak belum mampu mendefinisikan ruang secara eksplisit, sehingga setiap ruang berpotensi menjadi ruang bermain apabila sesuai dengan kriteria kebutuhan bermain mereka. Menanggapi isu sosial tentang keterbatasan ruang bermain inklusif, penelitian ini bertujuan untuk merancang taman bermain kreatif yang optimal berbasis pendekatan behavior setting. Pendekatan teori behavior setting digunakan untuk mengkaji hubungan antara perilaku anak dan ruang, dengan metode empiris mengamati langsung behavior anak sebagai actor dari berbagai kelompok usia. Lokasi Desain berada di kawasan bersejarah Surabaya, yang kaya budaya lokal. Inspirasi perancangan diambil dari tembang macapat Jawa, seperti Sinom, Kinanthi, dan Padang Bulan. Desain Padang Bulan Creative Playground mengintegrasikan aktivitas bermain, nilai-nilai budaya lokal, dan lingkungan alami ke dalam ruang edukatif yang aman dan bermakna, menciptakan harmoni antara perilaku anak dan bentuk arsitektur. Kata kunci: Perilaku anak, taman bermain, behavior setting, arsitektur partisipatif.
Copyrights © 2025