Urbanisasi di Surabaya menimbulkan tekanan multidimensi, termasuk defisit hunian layak (40,3% rumah tidak layak) dan degradasi lingkungan. Penelitian ini merancang prototipe integrasi Rusunawa (rumah Susun Sederhana Sewa) dan pasar modern berbasis arsitektur berkelanjutan untuk mengatasai tiga masalah kritis: (1) kinerja lingkungan rendah (pencahayaan/penghawaan alami), (2) inefisiensi ruang komunal, dan (3) minimnya integrasi fasilitas penunjang. Metode menggabungkan pendekatan sustainable architecture (ekonomi sumber daya, life cycle design, dan desain manusiawi) dan desain pragmatis melalui simulasi visual 3d (SketchUp) serta analisis kinerja lingkungan 40% melalui strategi pasif (Venturi Effect, ventilasi silang, green rooftop) dan aktif (solar panel dan smart building), mengurangi konsumsi energi 35% serta mengintegrasikan ruang konomi inklusif (studio live UMKM). Model ini merepresentasikan solusi Transit Oriented Development (TOD) replikabel untuk kawasan padat tropis. Kata kunci: Arsitektur Berkelanjutan, Integrasi Rusunawa-Pasar, Transit Oriented Development, Efisiensi Energi, generasi Z
Copyrights © 2025