Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan yang setiap tahunnya menerima ribuan mahasiswa baru dari berbagai daerah. Namun, peningkatan jumlah mahasiswa tidak diiringi dengan ketersediaan fasilitas edukatif non-formal yang memadai, sehingga memunculkan fenomena “nugas” di kafe yang kurang mendukung kenyamanan dan produktivitas akademik pelajar. Perancangan ini bertujuan menghadirkan student co-working space sebagai fasilitas belajar di luar kampus yang mengutamakan kenyamanan, kebutuhan, dan kesejahteraan penggunanya melalui pendekatan arsitektur biofilik. Metode preseden digunakan untuk mengkaji penerapan elemen biofilik pada proyek serupa, kemudian diadaptasi dalam desain. Konsep biofilik diterapkan melalui 14 pola desain biofilik pada tiga skala, yaitu tapak, bangunan, dan ruang, yang mencakup koneksi alam pada ruang, representasi alam pada ruang, serta sifat ruang yang mencerminkan alam. Hasil perancangan berupa student co-working space yang menyediakan ruang belajar individu maupun kelompok, dilengkapi fasilitas pendukung seperti ruang meeting, area santai, ruang terbuka hijau, serta area outdoor untuk mendukung interaksi sosial dan kenyamanan visual. Penggunaan elemen alami seperti cahaya alami, vegetasi, air, dan material alami diintegrasikan ke dalam desain untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan produktivitas. Dengan demikian, perancangan ini diharapkan dapat menjadi solusi penyediaan ruang belajar non-formal yang mengedepankan kebutuhan, kenyamanan, dan kesejahteraan pelajar di Kota Malang sebagai pengguna desain. Kata kunci: student co-working space, kenyamanan, kesejahteraan, arsitektur biofilik
Copyrights © 2025