Pemanasan global dan urbanisasi yang tinggi telah meningkatkan risiko lingkungan dan tekanan psikologis, terutama di kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta Selatan. Stres yang dialami para pekerja didukung oleh polusi udara, kemacetan, dan kurangnya ruang terbuka hijau. Compound space dengan pendekatan arsitektur bioklimatik di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, dapat menjadi solusi ruang rekreatif yang mampu merespons iklim serta memberikan kenyamanan termal. Pendekatan yang digunakan adalah perpaduan metodologi strukturalisme dan prinsip arsitektur bioklimatik agar terciptanya ruang terbuka publik yang ramah lingkungan dan adaptif terhadap iklim. Objek rancangan mencakup fungsi komersial dan rekreatif yang mengoptimalkan ventilasi alami, penggunaan material ramah lingkungan, serta pengolahan tapak yang disesuaikan dengan iklim setempat. Desain ini dapat meningkatkan kualitas hidup para pekerja dan masyarakat setempat serta mendukung agenda pembangunan rendah karbon di Jakarta.
Copyrights © 2025