Rumah Bugis-Makassar merupakan arsitektur vernakular berupa rumah panggung yang berkembang di Sulawesi Selatan. Permukiman rumah ini dapat ditemukan di sekitar Benteng Sumba Opu, tepi Sungai Jeneberang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Perubahan terhadap rumah Bugis-Makassar yang dilakukan sebagai bentuk adaptasi berdampak terhadap pelestarian arsitektur aslinya. Konsep adaptive reuse tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan kembali bangunan untuk fungsi baru, tetapi juga sebagai strategi pelestarian warisan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola perubahan spasial dan visual pada hunian masyarakat dengan menggunakan pendekatan adaptive reuse. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan case study. Analisis dilakukan melalui strategi integrasi, taktik renovasi, dan tipe intervensi. Pola perubahan spasial meliputi penambahan bangunan yang mengubah organisasi ruang dan intensitas penggunaan ruang lama, penambahan ruang untuk aktivitas baru, penggunaan lemari sebagai sekat, serta penambahan sirkulasi berupa tangga dari bangunan baru ke rumah lama. Secara visual, rumah dengan integrasi rendah menampilkan dominasi bentuk rumah lama. Perubahan visual lainnya mencakup penambahan bukaan dan pencahayaan, penggunaan material modern, modifikasi fasad, serta penambahan atap. Kata kunci: Rumah Bugis-Makassar, Adaptive Reuse, Pola Perubahan
Copyrights © 2025