Kesehatan mental menjadi isu krusial dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pascapandemi yang menyebabkan meningkatnya jumlah individu dengan gangguan psikologis di Indonesia. Data menunjukkan bahwa 69% dari 2.364 responden mengalami permasalahan psikologis, dengan kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, remaja, dan lansia sebagai pihak yang paling terdampak. Di sisi lain, keterbatasan fasilitas dan stigma negatif terhadap gangguan jiwa memperburuk kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan profesional. Jawa Timur sebagai salah satu provinsi berpopulasi besar dengan proporsi kelompok rentan yang tinggi, masih kekurangan fasilitas rehabilitasi mental yang terstandar dan inklusif. Menjawab kebutuhan tersebut, perancangan Pusat Rehabilitasi Mental di Malang ini menggunakan pendekatan Optimal Healing Environment (OHE) yang menekankan pada penciptaan lingkungan fisik dan psiko-sosial yang kondusif bagi penyembuhan. Hasil rancangan berupa pusat rehabilitasi mental dengan menerapkan enam aspek utama healing environment, meliputi suasana home-like, akses terhadap alam dan pencahayaan alami, pengendalian kebisingan, keterjangkauan fisik, serta tata ruang fleksibel. Dengan demikian, desain ini tidak hanya berperan sebagai fasilitas pemulihan, namun juga sebagai upaya mengurangi stigma terhadap kesehatan mental dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental melalui arsitektur yang empatik dan manusiawi.Kata kunci: Pusat Rehabilitasi, Kesehatan Mental, Healing Environment, Malang.
Copyrights © 2025