Bencana erupsi Gunung Semeru terjadi setiap tahunnya di Kabupaten Lumajang dan menyebabkan Lumajang menjadi salah satu daerah rawan bencana di Jawa Timur. Sampai saat ini, tingkat kerugian akibat erupsi Gunung Semeru tergolong tinggi dipicu oleh kurangnya kewaspadaan dan pemahaman masyarakat sekitar terhadap bencana yang terjadi. Sementara itu, tempat evakuasi khusus juga belum terpenuhi dengan fasilitas umum yang masih menjadi tempat evakuasi masyarakat tanpa fasilitas yang memadai. Hal ini, menyoroti upaya penanggulangan bencana yang masih belum maksimal di Kabupaten Lumajang. Pusat Penanggulangan Bencana Semeru berfungsi sebagai pusat kebencanaan terpadu untuk melaksanakan upaya penanggulangan bencana pada sebelum, saat, dan setelah bencana. Melalui hal ini, diharapkan upaya penanggulangan bencana dapat meningkat dan mengurangi kerugian akibat bencana masyarakat terdampak. Pendekatan tematik tanggap bencana digunakan agar bangunan dapat beradaptasi dengan baik pada lokasi yang memiliki potensi bencana. Perancangan dilakukan dengan metode pragmatis untuk memecahkan permasalahan desain yang ada. Melalui tahapan ini, Pusat Penanggulangan Bencana Semeru dapat berfungsi secara fleksibel dan adaptif dalam berbagai tahapan penanggulangan bencana tanpa menghambat aksesibilitas kegiatan operasional saat tanggap darurat. Selain itu, bangunan dapat bertahan dan memberikan keamanan pada pengguna saat terjadi bencana. Kata kunci: erupsi Gunung Semeru, pusat penanggulangan bencana, tanggap bencana, Kabupaten Lumajang
Copyrights © 2025