Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB

Perancangan Cultural Resort Menggunakan Pendekatan Arsitektur Biofilik di Denpasar Timur

Anwar, Habib Al Bari (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2025

Abstract

PERANCANGAN CULTURAL RESORT MENGGUNAKAN PENDEKATAKAN ARSITEKTUR BIOFILIK DI DENPASAR TIMUR   Habib Al Bari Anwar   Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya albarianwar@student.ub.ac.id   ABSTRAK   Pulau Bali dikenal sebagai destinasi wisata internasional yang memadukan keindahan alam, budaya, dan spiritualitas. Namun, pesatnya perkembangan pariwisata dan arus globalisasi memunculkan tantangan terhadap pelestarian nilai-nilai lokal. Perancangan Cultural Resort di Sanur, Denpasar Timur, hadir sebagai solusi untuk menjawab kebutuhan akomodasi modern sekaligus memperkuat identitas budaya Bali. Proyek ini menggunakan pendekatan arsitektur biofilik yang menekankan hubungan harmonis antara manusia dan alam, selaras dengan filosofi lokal Tri Hita Karana. Melalui integrasi elemen alam dan budaya, desain resort ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan pengguna, tetapi juga mendukung pariwisata berkelanjutan dan pelestarian budaya lokal. Perancangan mengikuti regulasi penataan ruang serta memanfaatkan material lokal untuk menjaga harmoni dengan lingkungan sekitar. Dengan demikian, Cultural Resort ini diharapkan menjadi ikon pariwisata baru yang merepresentasikan nilai-nilai arsitektur tropis, budaya Bali, dan keberlanjutan. Kata Kunci: Cultural Resort, Arsitektur Biofilik, Bali, Tri Hita Karana, Budaya Lokal.   ABSTRACT   Bali is renowned as an international tourist destination that harmoniously blends natural beauty, culture, and spirituality. However, rapid tourism development and globalization pose significant challenges to the preservation of local values. The design of a Cultural Resort in Sanur, East Denpasar, aims to address the need for modern accommodation while strengthening Bali’s cultural identity. This project adopts a biophilic architectural approach, emphasizing a harmonious relationship between humans and nature, aligned with the local philosophy of Tri Hita Karana. By integrating natural and cultural elements, the resort design not only enhances user comfort and well-being but also supports sustainable tourism and cultural preservation. The planning adheres to spatial regulations and utilizes local materials to maintain harmony with the environment. Thus, the Cultural Resort is envisioned as a new tourism icon representing tropical architecture, Balinese culture, and sustainability.   Keywords: Cultural Resort, Biophilic Architecture, Bali, Tri Hita Karana, Local Culture.

Copyrights © 2025