Ancaman tidak terduga yang disebabkan oleh bencana alam memiliki dampak kerusakan dan kerugian yang besar bagi kehidupan manusia serta lingkungan sekitarnya. Kabupaten Lumajang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rentan terhadap bencana alam, salah satunya letusan gunung berapi Semeru yang memerlukan upaya relokasi akibat kerusakan yang ditimbulkan. Salah satu dampak relokasi adalah isolasi sosial yang menyebabkan terganggunya kesehatan mental yang menyebabkan terputusnya kekerabatan dan interaksi sosial antar masyarakat terdampak (disconnect social network). Oleh karena itu, diperlukan upaya rekoneksi sosial dan membangun ketahanan komunitas jangka panjang salah satunya melalui Co-Housing. Co-housing dirancang menggunakan perspektif pascabencana dengan pendekatan community resilience, sehingga membentuk lingkungan tinggal kolaboratif yang inklusif dan memberdayakan masyarakat lokal. Metode perancangan dilakukan dengan pendekatan rasionalisme berbasis studi preseden dan analisis kebutuhan pengguna, serta mempertimbangkan kondisi geografis dan sosial budaya lokal. Hasil perancangan post disaster co-housing berupa hunian jangka menengah hingga panjang yang mengelaborasikan prinsip dan kriteria community resilience ke dalam aspek tapak, bangunan, dan ruang pada desain. Melalui perancangan ini diharapkan hunian dapat meningkatkan keterikatan sosial, rasa memiliki, dan kemampuan adaptif masyarakat terhadap ancaman bencana di masa mendatang.
Copyrights © 2025