Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB

PERANCANGAN MALANG CULTURAL CENTER DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NUSANTARA KONTEMPORER

Pasya, Pampie Radja (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2025

Abstract

ABSTRAK   Malang Cultural Center merupakan sebuah proyek perancangan pusat kebudayaan yang hadir sebagai respons terhadap semakin menurunnya eksistensi budaya lokal akibat arus globalisasi yang masif di Kota Malang. Kota ini, yang dikenal memiliki kekayaan sejarah, seni, dan tradisi, membutuhkan suatu ruang kolektif yang dapat mengakomodasi berbagai aktivitas budaya serta menjadi titik temu antara generasi masa lalu dan masa kini. Oleh karena itu, bangunan ini dirancang tidak hanya sebagai wadah fisik, melainkan juga sebagai simbol perlawanan terhadap homogenisasi budaya yang kian menguat di era modern. Melalui transformasi nilai lokal dalam ekspresi arsitektur yang modern, bangunan ini diharapkan mampu mengkomunikasikan identitas budaya secara lebih inklusif, progresif, dan komunikatif. Perancangan ini menekankan bagaimana menyediakan suatu fasilitas yang dapat mewadahi Kegiatan kebudayaan, hingga pameran budaya yang dapat menarik perhatian pengunjungnya dengan menerapkan konsep Arsitektur Nusantara Kontemporer pada perancangannya. Pada penerapannya di bangunan konsep tersebut didukung oleh strategi rupa-ruang yaitu rupa global-ruang tradisional, yang bermaksud menciptakan desain rupa bangunan dengan menerapkan konsep yang modern sehingga dapat menarik perhatian semua kalangan terutama generasi muda, namun dalam segi interior ruang tetap menekankan nilai-nilai tradisional, seperti menerapkan ornamen hingga motif tradisional khas Kota Malang.   Kata Kunci: Pusat Kebudayaan, Arsitektur Nusantara Kontemporer, Identitas Lokal, Ruang Publik, Pelestarian Budaya, Kota Malang.   ABSTRACT   Malang Cultural Center is a cultural center design project that emerges as a response to the declining existence of local culture due to the massive wave of globalization in the city of Malang. This city, known for its rich history, art, and traditions, is in need of a collective space that can accommodate various cultural activities and serve as a meeting point between past and present generations. Therefore, the building is designed not only as a physical space but also as a symbol of resistance against the growing cultural homogenization in the modern era. Through the transformation of local values into modern architectural expressions, the building is expected to communicate cultural identity in a more inclusive, progressive, and communicative manner. The design emphasizes how to provide a facility that can accommodate cultural activities and exhibitions capable of attracting visitors by applying the concept of Contemporary Archipelago Architecture (Arsitektur Nusantara Kontemporer). In its architectural application, this concept is supported by a spatial-form strategy, specifically the global-form of traditional space. This approach aims to create a building form with a modern design concept to capture the attention of a wide audience, especially the younger generation, while the interior spaces remain rooted in traditional values by incorporating ornaments and traditional motifs characteristic of Malang City.   Keywords: Cultural Center, Contemporary Archipelago Architecture, Local Identity, Public Space, Cultural Preservation,MalangCity.

Copyrights © 2025