Permasalahan kesehatan mental di kalangan generasi muda, khususnya Gen-Z, mengalami peningkatan signifikan akibat tekanan sosial, akademik, serta kurangnya ruang untuk berekspresi secara sehat. Kota Malang sebagai kota pendidikan belum memiliki ruang publik yang secara khusus mendukung aktivitas katarsis anak muda. Padahal, aktivitas seperti berkumpul, bermain, berekreasi, dan berolahraga bersama terbukti mampu menjaga keseimbangan mental dan emosional. Menanggapi hal ini, dirancanglah Youth Center dengan pendekatan biophilic architecture untuk mendukung pemulihan mental melalui keterhubungan dengan alam. Perancangan bertujuan menciptakan ruang katarsis yang mewadahi kebutuhan sosial, hiburan, olahraga, dan pengembangan diri bagi anak muda. Dengan keterbatasan lahan di kota, desain mengusung konsep bangunan vertikal. Pendekatan dilakukan melalui metode rasionalisme dan studi preseden. Youth center meruapakan hasil dari integrasi aktivitas berkumpul, bersantai dan berolahraga untuk anak muda meluapkan emosi secara positif. Hasil desain berupa Youth Center merupakan implementasi dari pendekatan biophilic, mulai dari massa yang majemuk, kehadiran taman di tengah bangunan, bangunan semi terbuka, ventilasi silang, kehadiran elemen air, serta kehadiran green terracce, dan bentuk massa yang menyurapai elemen alam. Kata kunci: kesehatan mental, youth center, arsitektur biophilic, ruang katarsis
Copyrights © 2025